//Prabowo Subianto Menolak Hasil Pemilihan, Menuduh KPU Melakukan Penipuan

Prabowo Subianto Menolak Hasil Pemilihan, Menuduh KPU Melakukan Penipuan

Kandidat presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Senin malam mengatakan ia akan menolak hasil pemilihan umum bulan lalu jika keluhan partainya tidak ditangani.

Dia mendesak komisi pemilihan untuk memperbaiki penyimpangan dan kesalahan dalam entri data sebelum mengumumkan hasil pada 22 Mei.

Berdasarkan hasil awal, Presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin memimpin dengan 13 juta suara dengan 70% suara dihitung.

Mengutip angka oleh anggota partainya sendiri, Subianto mengatakan dia memimpin dengan 58% suara.

“Kali ini saya tidak akan menerima hasil penipuan,” kata Subianto kepada wartawan asing di Jakarta.

Subianto, mantan komandan militer, juga menolak hasil pemilu 2014.

Sebagai jalan tengah, Subianto meminta pihak ketiga dan para ahli untuk mengaudit penghitungan suara resmi yang dilakukan oleh komisi pemilihan.

“Kami sangat pesimis, tetapi kami memberikan tuduhan kepada orang-orang kami … Jika mereka [Komisi Pemilihan Umum] serius, kami memiliki banyak pakar, kami bisa mendapatkan pakar internasional,” katanya.

“Apa pun yang dilakukan orang, itu adalah keputusan orang-orang. Saya tidak memerintahkan mereka untuk melakukan ini dan itu … Saya tidak akan memanggil orang ke jalan, tetapi saya yakin mereka akan berada di jalan, “tambahnya.

Lebih dari 192 juta orang Indonesia pergi ke tempat pemungutan suara pada 17 April untuk memberikan suara dalam pemilihan presiden dan legislatif simultan pertama di negara itu.

Kedua kandidat presiden pertama kali berhadapan satu sama lain dalam pemilihan 2014, ketika Subianto kalah enam poin persentase untuk Widodo.

2019-05-15T19:31:25+07:00

About the Author:

Seorang pengusaha muda, menyukai kopi dan hewan lucu.