Kontroversi Kampanye di Reuni 212

By | December 4, 2018

Anggota koalisi mendukung Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Ma’ruf Amin mengabaikan panggilan pada pemilih Muslim untuk menghindari kandidat presiden dan partai politik yang mendukung mantan gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama di rapat umum pada hari Minggu, terorganisir oleh kelompok yang menamakan dirinya  Alumni 212.

Panggilan itu merupakan referensi kuat untuk Jokowi, yang memimpin Jakarta bersama dengan Ahok antara 2012 dan 2014, serta sebagian besar partai dalam koalisi Jokowi. Ahok, gubernur Kristen Tionghoa dan Kristen kedua pertama di Jakarta, dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena penistaan ​​agama menyusul serangkaian demonstrasi tahun 2016 yang diselenggarakan oleh gerakan 212 untuk menuntut penuntutannya.

Ditagih sebagai “reuni”, unjuk rasa, yang dihadiri oleh ratusan ribu demonstran, dengan cepat berubah menjadi arena politik bagi para pemimpin oposisi dan pengkritik keras pemerintahan Jokowi.

Dia percaya bahwa panggilan langsung seperti ini akan menjadi bumerang bagi partai-partai pendukung calon presiden Prabowo Subianto karena agresivitas seperti itu dapat mematahkan semangat para calon pemilih.

“Bagaimanapun, panggilan itu disampaikan kepada orang-orang yang menentang PDI-P sejak awal. Jadi, itu tidak akan mempengaruhi pemilih kami karena masing-masing pihak memiliki basis sendiri, ”katanya.

Koalisi Prabowo termasuk Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G. Plate mengatakan, seruan itu dapat diprediksi mengingat bahwa 212 pemimpin gerakan itu juga pemimpin oposisi. “Tentu saja bisa ada dampak pemilu bagi kami, tetapi itu tidak akan cukup signifikan untuk mempengaruhi basis pemilihan Jokowi,” katanya.

Jazilul Fawaid, eksekutif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), anggota lain koalisi Jokowi, mencurigai adanya potensi pelanggaran UU Pemilu selama rapat umum.

“Bagi saya, reuni itu biasa; orang datang bersama. Namun, reuni biasanya tidak melibatkan agenda politik, ”katanya tanpa merinci rinciannya.

Setelah rapat umum, politisi dengan koalisi Prabowo mengucapkan terima kasih karena rapat itu berjalan lancar dan damai. Pasangan Prabowo, Sandiaga Uno, yang berada di Magelang, Jawa Tengah, pada saat rapat umum, mengatakan dia yakin aksi itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Ketua PAN Zulkifli Hasan, yang juga pembicara Majelis Permusyawaratan Rakyat, mengatakan bahwa demonstrasi itu adalah bukti bahwa umat Islam Indonesia toleran, sebagaimana dibuktikan oleh tontonan damai. “Tidak ada yang dirugikan dan tidak ada bangunan yang hancur,” katanya di akun Instagram-nya.

Selama reli, sebuah video yang menampilkan pemimpin Rizieq Shihab, yang tinggal di Arab Saudi, ditunjukkan. Dia mengatakan itu haram (dilarang) untuk memilih calon presiden dan legislatif yang didukung oleh pihak pendukung Ahok, berdasarkan dekrit yang dikeluarkan oleh para pemimpin agama. Front Pembela Islam juga mendukung gerakan anti-Jokowi, dengan membawa moniker #2019GantiPresiden.

 

Category: Hot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *