Kapan Malam Lailatul Qadar 2019 (Ramadhan 1440 H) ?

By | May 25, 2019

Kapan Malam Lailatul Qadar 2019 (Ramadhan 1440 H) ? Lailatul qadar yaitu malam seribu bulan. Orang Islam berburu untuk memperoleh keistimewaannya. Dan malam-malam ganjil menjadi prioritas para Muslim melakukan i’tikaf. Suasana malam hari, tepatnya menjelang dini hari sampai fajar, menjadi semarak di hampir setiap masjid. Suasana ini beda dengan hari-hari di dua pertiga Ramadhan, apalagi dengan hari-hari di luar Ramadhan.

Bulan Ramadhan memiliki sekian banyak keistimewaan, salah satunya adalah Lailatul Qadar, suatu malam yang oleh Al Quran “lebih baik dari seribu bulan.” Manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan organ tubuh juga salah satu keuntungan bagi yang berpuasa. Namun kapan Malam Lailatul Qadar 2019 (Ramadhan 1440 H) ?

Manusia di bumi ini memiliki kesempatan yang sama untuk meraih Lailatul Qadar. Lailatul Qadar adalah titik di dalam hidup manusia ketika Allah mulai memberikannya petunjuk hidayah sehingga hidup yang sebelumnya gelap atau malam tanpa tahu kemana arah tujuan dan bagaimana mencapainya berubah menjadi fajar atau batas dari gelap menuju terang yang membawa saya kepada keselamatan.

Kapan Malam Lailatul Qadar 2019 (Ramadhan 1440 H)?

Karena tingginya kedudukan nilai lailatul qadar, hingga Allah perlu menurunkan wahyu-Nya. Alquran secara spesifik menjelaskan keistimewaan lailatul qadar, dalam Surat al-Qadr

Bagaimana kedatangannya, apakah setiap orang yang menantinya pasti akan mendapatkannya, dan benarkah ada tanda-tanda fisik material yang menyertai kehadirannya (seperti membekunya air, heningnya malam, dan menunduknya pepohonan dan sebagainya)?

Kapan Malam Lailatul Qadar 2019 - Ramadhan 1440 H

Kapan malam Lailatul Qadar 2019 (Ramadhan 1440 H)? Bahkan masih banyak lagi pertanyaan yang dapat dan sering muncul berkaitan dengan malam Al-Qadar itu.

Menurut pendapat paling kuat, malam kemuliaan itu terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu. Rasulullah SAW bersabda: Dan barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR Bukhari).

Rasul SAW memerintahkan umat Islam untuk memburu dan mencari Lailatul Qadar itu dengan menghidupkan malam-malamnya. Caranya adalah dengan memperbanyak sedekah, shalat malam, membaca Alquran, zikir, berdoa, membaca shalawat, tasbih, istighfar, i’tikaf dan lainnya.

Kapan Malam Lailatul Qadar 2019 (Ramadhan 1440 H)? Allah SWT sengaja menyembunyikan pengetahuan tentang waktu terjadinya Lailatul Qadar. Alasannya, untuk membedakan mana orang yang sungguh-sungguh mencari malam Lailatul Qadar dan mana orang yang malas.

Namun, dari beberapa hadits Nabi Muhammad SAW, disebutkan, beberapa tanda Lailatul Qadar. Apa saja tanda-tanda tersebut? Pertama, hadis yang diriwayatkan oleh Ath Thoyalisi, dari Ibnu Abbas, Rasulullullah SAW bersabda yang artinya, “Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan.” Dari hadis tersebut diketahui bahwa pada Lailatul Qadar, udara dan angin sekitar akan terasa tenang.

Hadis selanjutnya diriwayatkan oleh Muslim yang artinya, “Dari Abi bin Ka’ab, Rasulullah SAW bersabda: Subuh baru dari malam Lailatul Qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik”. Merujuk pada hadits tersebut, maka tanda terjadinya Lailatul Qadar yang kedua adalah matahari yang terbit pada pagi hari dalam keadaan jernih, tidak ada pancaran sinaran.

Hadis ketiga juga diriwayatkan oleh Muslim, yang berbunyi: dari Abu Hurairah RA berkata, “Kami pernah berdiskusi tentang Lailatul Qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata: Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa tanda Lailatul Qadar selanjutnya terdapat pada bentuk bulan yang terlihat seperti separuh bulatan.

Namun, hadist lain juga menyebutkan, tidak sepenuhnya tanda Lailatul Qadar tersebut dapat dirasakan oleh semua orang. Sehingga tugas umat hanya menunaikan ibadah secara ikhlas dan hanya mengharap ridha Allah SWT. Hal tersebut terangkum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Thobari, dia mengatakan, “Itu (tanda-tanda Lailatul Qadar) tidak mesti, seorang Muslim bisa saja mendapatkan malam mulia tersebut dan ia tidak melihat atau mendengar sesuatu dari tanda-tanda itu.”

Mulai malam 21, 23 hingga 29 Ramadhan. Untuk mendapatkannya sangat lah mudah, yaitu dengan meningkatkan amal ibadah dari yang biasanya. Itu saja. Dapat? Tentu. Semua? Hanya mereka yang terpilih. Namanya juga hadiah utama. Menjadi Hak Prerogatif Allah swt Yang Maha Pengasih Maha Penyayang lah yang berkuasa menentukan pemenangnya.

Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar mendapat pahala yang setara dengan ibadah selama 83 tahun atau selama seribu bulan. “Orang yang dapat pahala ibadah 83 tahun, itu akan otomatis membekas dalam jiwa dan raganya sehingga dia berubah.

Category: Hot