//Inspirasi Ramadhan, Keutamaan Puasa untuk Manusia

Inspirasi Ramadhan, Keutamaan Puasa untuk Manusia

Inspirasi Ramadhan, keutamaan puasa untuk manusia. Puasa adalah mengekang keinginan diri, yang tidak terdapat dalam ibadah lain. Selama berpakaian ihram ketika berhaji, misalnya, memang ada beberapa larangan, namun makan minum tetap dibolehkan. Ketika salat, semua keinginan dikekang tapi hanya dalam waktu yang relatif singkat. Sementara puasa tak hanya mengosongkan perut, namun juga menahan nafsu.

Pemerintah melalui sidang itsbat yang digelar Ahad (5/5) menetapkan 1 Ramadhan 1440 Hijriyah jatuh pada Senin (6/5). Mulai hari ini, mayoritas umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Keutamaan puasa Ramadhan untuk manusia seperti diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW menjelaskan, “Dalam surga itu ada sebuah pintu bernama Rayyan. Pada hari kiamat pintu itu berseru, ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Apabila yang berpuasa telah masuk, pintu itu ditutup kembali.”

Inspirasi Ramadhan, Keutamaan Puasa untuk Manusia

Inspirasi Ramadhan, keutamaan puasa untuk manusia

Allah Ta’ala menempat puasa Ramadhan sebagai ibadah yang istimewa. ”Puasa itu untuk-Ku,” firman Allah SWT, ”maka Aku sendiri yang akan membalas-Nya”. Jadi, dengan puasa, ada rahasia yang terjalin antara hamba dan Sang Khalik. Hanya Dia yang mengetahui rahasia itu. Semua amal ibadah untuk anak Adam. Sedang puasa, hanya ditujukan untuk Allah.

Keutamaan puasa Ramadhan bagi manusia antara lain, mendidik akal dan jiwa setiap muslim secara total. Dalam berpuasa diharapkan setiap muslim dapat menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa mempertegas tuntutan Islam bahwa Islam mengajarkan kepada pemeluknya untuk tak terjerumus ke api neraka. Jadi kalau mampu menahan diri hingga selesai puasa, maka seharusnya selamat pula dunia akhirat setiap muslim.

Rasulullah SAW bersabda, “Sendi-sendi Islam dan dasar agama ada tiga bagian. Siapa yang meninggalkan salah satu di antaranya, berarti dia telah ingkar akan dasar-dasar agama. Pertama, mengucap kalimat syahadat. Kedua, mengerjakan salat. Dan ketiga, menjalankan puasa wajib.” Jelaslah bahwa siapa yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan yang dibenarkan, maka rusaklah agamanya. Rusak agama berarti rusaklah imannya.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa dan Alquran akan memberi syafaat kepada para hamba di hari kiamat.

Puasa berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah menghalangi makan dan menghalangi syahwat-syahwatnya di siang hari, maka perkenankan aku memberi syafaat kepadanya.’ Alquran berkata, ‘Aku telah menghalangi tidurnya di malam hari, maka perkenankan aku memberi syafaat.’ Kedua syafaat ini akan diterima oleh Allah SWT.”

Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda, “Segala amal anak Adam dilipatkan menjadi 10 hingga 700 kali.” Allah berfirman, “Kecuali puasa untuk-Ku. Aku yang memberikan pembalasan, karena ia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya lantaran Aku.”

Meningkatnya semangat ibadah dan bederma merupakan energi positif yang bersumber dari Ramadhan. Masyarakat memiliki dorongan lebih kuat untuk menunaikan ibadah bersifat ritual juga berkeinginan lebih dalam ibadah sosial.

Artinya, mereka ingin berbagi dengan orang lain, termasuk kepada kaum dhuafa lewat zakat, infak, maupun sedekah. Maka mari kita gali energi-energi positif lainnya agar kita benar-benar mampu mewujudkan Ramadhan sebagai bulan penuh rahmat.

Ramadhan mestinya membuat manusia tergerak melakukan lebih banyak amal kebaikan sekecil apa pun. Dari sekadar berbagi makanan berbuka dengan orang lain hingga tolong-menolong dalam menunaikan kebaikan.

Orang yang berpuasa akan mudah berpikir dan menandakan jika dia beriman. Orang yang beriman akan senantiasa berbaik sangka dengan takdir dan hikmah dan selalu tajam mata hatinya dan terlihat inner beauty-nya. Hati, pikiran, telinga, dan gerak langkahnya pun terjaga dari sikap buruk. Orang yang mendekatkan hati nuraninya akan selalu jujur. Hal ini erat kaitannya dengan emotional quotient (EQ). Manusia tidak hidup hanya dari intelligence quotient (IQ), tetapi juga dengan emotional quotient (EQ).

Seluruh kebutuhan yang sederhana pada manusia dikendalikan oleh emosi. Pengendalian emosi bergantung pada kecerdasan IQ. Jika kecerdasannya rendah belum tentu bisa mengendalikan emosinya.

IQ merupakan kemampuan menangkap segala sesuatu agar lebih mudah sedangkan EQ tergantung pada pengalaman hidup sejak kecil dan pendidikan agama. Ketajaman hati dan intuisi merupakan pemberian Allah karena Allah memberikan kemampuan kepada hambaNya. Intuisi tajam dapat diperoleh dan penggunaaanya harus dilatih.

Tentu kita juga berharap kebaikan-kebaikan selama Ramadhan tak putus seiring selesainya Ramadhan. Dengan demikian, kebaikan itu berlanjut pada bulan-bulan berikutnya hingga Ramadhan datang kembali.

Demikianlah postingan tentang inspirasi Ramadhan, keutamaan puasa untuk manusia. Semoga bermanfaat.

2019-05-06T13:43:07+07:00

About the Author:

Seorang pengusaha muda, menyukai kopi dan hewan lucu.