Info Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Pertama Menurut Orang Jawa dan Islam

Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Pertama Menurut Orang Jawa dan Islam

Menikah merupakan sebuah momen kebahagiaan yang terasa spesial bagi pasangan pengantin, hal ini disebabkan hubungan cinta keduanya bisa bersatu dan diikat dalam jalinan yang sah baik menurut agama Islam, hukum negara maupun adat Jawa. Tak peduli yang melakukan perkawinan anak pertama dengan anak pertama, anak bungsu dengan si sulung, anak kedua dengan kedua dan seterusnya.

Info Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Pertama Menurut Orang Jawa dan Islam

Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Pertama Menurut Orang Jawa dan Islam

Pernikahan pada hakikatnya hanyalah sebuah prosesi yang melegalkan hubungan cowok dan cewek menjadi halal untuk dapat membina sebuah keluarga. Namun apa jadinya jika rencana tak sesuai harapan? tentu akan berimbas pada hubungan cinta yang telah terjalin tersebut.

Anak Pertama Menikah dengan Anak Pertama Menurut Adat Orang Jawa

Weton Jodoh
Ketika hendak melangsungkan pernikahan, di masyarakat Jawa biasanya ada perhitungan weton jodoh atau kecocokan pasangan. Dalam adat dan budaya Jawa dikatakan pula bahwa apabila jika ada anak pertama yang nekat menikah dengan anak pertama biasanya rumah tangganya tidak akan berlangsung harmonis dan tidak tahan lama.

Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Pertama Menurut Jawa

Akan ada beberapa weton yang nantinya tidak bisa cocok atau berjodoh. Karena ketidakcocokan ini, beberapa masyarakat percaya jika pernikahan tersebut sebaiknya tidak dilangsungkan atau dibatalkan saja.

Sulit Mengalah
Orang Jawa banyak yang beranggapan bahwa kalau menikah dengan sesama anak pertama, akan selalu berkelahi, keluarganya menjadi tidak harmonis dan senantiasa selalu ada masalah sebab mempunyai sifat yang sama. Sulit untuk saling paham. Oleh karena itu orang Jawa mengukur bahwa pernikahan anak pertama dan anak pertama ialah tak layak.

Sama-sama Berjiwa Pemimpin
Calon kedua pasangan yang sama-sama anak pertama menciptakan mereka mempunyai jiwa yang sama adalah sebagai pemimpin. Tetapi berpengaruh pada mitos anak pertama menikah dengan anak pertama, dimana keduanya akan berebut kepemimpinan dalam rumah tangga.

Bukan Pasangan ideal
Orang Jawa beranggapan pasangan anak pertama dengan anak terakhir adalah bukan pasangan yang ideal. Hal ini mungkin dikarenakan si sulung vs sulung sama-sama berkarakter yang mandiri dan agak egois. Dengan begitu pasangan anak pertama vs pertama biasanya kurang bisa saling melengkapi satu sama lain.

Saat merencanakan pernikahan dalam waktu cepat maupun lambat, akan menguras banyak waktu dan tenaga. Semua harapan tidak hilang selama dapat memiliki percakapan yang jujur dan terbuka tentang kekhawatiran Anda. Bertanya pada diri sendiri dan pasangan Anda tentang beberapa pertanyaan sulit.

Sayangnya, jika anak sulung dan anak sulung yang akan menikah kurang memiliki motivasi untuk mengatasi hambatan yang ada, maka bisa menjadi pertanda bahwa mereka tidak berniat untuk menjalin hubungan dalam waktu yang lama.

Anak Pertama Menikah dengan Anak Pertama Menurut Islam

Menikah merupakan salah satu cara untuk menyempurnakan agama. Dengan menikah maka separuh agama telah terpenuhi. Jadi salah satu dari tujuan pernikahan ialah penyempurnakan agama yang belum terpenuhi agar semakin kuat seorang muslim dalam beribadah.

Pernikahan Anak Pertama dengan Anak Pertama Menurut Islam

Dalam ajaran Islam, tidak ada kaitannya peringkat (urutan) anak dalam keberlangsungan pernikahan. Tidak ada aturan yang mengatur hal-hal seperti itu. Seperti perkawinan anak pertama dengan anak pertama, bungsu dengan anak tengah dan sebagainya.

Bagi seorang muslim tentu saja memiliki panutan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Dan ada baiknya mengikuti apa yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW. Dan pernikahan merupakan salah satu sunnah dari Rasulullah SAW.

Firman Allah Swt, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Ruum: 21)

Dari ayat tersebut, maka yakinlah bahwa setiap dari kita telah Allah siapkan pasangan terbaik. Namun, memang sebagai seorang anak apalagi masih berstatus calon menantu, hendaknya kita juga bisa lebih bijak dan hati-hati dalam bertindak. Jangan sampai salah mengkomunikasikan apa yang kita ketahui dan yakini kepada pihak orang tua atau calon mertua, hingga kemudian muncul permusuhan.

Bagi anak sulung yang akan menikah, jangan pernah takut untuk berkata tidak, atau menolak dengan halus hal-hal adat atau mitos-mitos tertentu yang akan menghambat hubungan cinta Anda.

Percaya atau tidak percaya, beberapa keruwetan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan ini banyak dialami caoln pengantin. Tidak jarang banyak pasangan yang gagal dan tidak jadi menikah hal sepele, khususnya anak pertama menikah dengan anak peryama. Tak perlu takut dan bingung, hadapilah dengan senyuman serta pikiran positif.

You May Also Like

Manori OnDoom

About the Author: Manori OnDoom

Works in the field of interior and exterior design for houses and apartments. has a writing talent and likes to share information about his experiences.