Apa itu Virus Corona? Cara Pencegahan dan Gejala

Apa itu Virus Corona Cara Pencegahan dan Gejala

Virus Corona jenis baru yang ditemukan di China itu secara kekerabatan dekat dengan virus SARS, dan dapat menular tidak hanya dari hewan pembawa virus tapi juga antar manusia. Gejala atau masa inkubasi hanya beberapa hari dari terinfeksi virus korona asal China sampai timbul gejala sehingga dimungkinkan saja orang yang terinfeksi tapi belum muncul gejala selalu bepergian ke tempat lain baik itu di dalam kota maupun sampai ke luar negeri.

Sebagai salah satu virus yang berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru-paru. Efeknya pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang yang terkena virus corona mengalami kegagalan pernafasan.

Apa itu Virus Corona? Cara Pencegahan dan Gejala

Apa itu Virus Corona Cara Pencegahan dan Gejala

Virus Corona merupakan keluarga besar virus, termasuk di dalamnya ada Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang sempat menggegerkan dunia 2002 silam, dan Middle East Resporatory Syndrome (MERS). Virus ini dikabarkan berawal dari interaksi antara manusia dengan hewan. Namun setelah terjangkit, virus ini bisa menular antar manusia.

Selama 70 tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus corona dapat menginfeksi tikus, tikus, anjing, kelelawar, kuda, babi, ternak, bahkan kini juga menginfeksi manusia.

Virus corona tidak bisa bertahan hidup pada suhu di atas 57 derajat celcius dan akan mati dalam waktu 30 menit. Selain dengan suhu tinggi, virus corona juga bisa dibunuh dengan campuran ether, 75 ethanol, desinfektan yang mengandung klorin dan asam peroksiasetat, terbukti dapat memberantas virus corona tersebut.

Virus corona bisa membuat orang sakit saluran pernapasan bagian atas dengan tingkat ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa. Gejala virus corona lainnya termasuk pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan demam. Semua itu dapat berlangsung selama beberapa hari.

Virus korona banyak ditemukan terutama di hewan, sementara yang menyerang manusia hanya sebagian kecil dari virus korona. Sampai saat ini sudah ada enam jenis virus korona yang diketahui diantaranya, yaitu Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Cara Pencegahan Virus Corona

Karena virus korona bisa ditularkan lewat hewan ke manusia dan antar manusia, maka masyarakat pada umumnya harus waspada walaupun tidak perlu terlalu panik tapi harus sudah melakukan upaya-upaya pencegahan diantaranya pertama, hindari kontak dan pendekatan dengan pasien yang diduga terkena virus korona. Seperti ditularkan lewat batuk, bersin dan sebagainya.

1. Berusaha harus menghindari kontak dengan hewan terutama di negara yang sudah terdapat kasus positif adanya pasien terjangkit virus korona.

2. Selalu cuci tangan usai ke tempat umum atau menyentuh alat-alat publik karena berpotensi mengandung virus yang disentuh oleh pengidap virus corona.

3. Orang-orang yang bisa masuk dan keluar di lingkungan fasilitas perawatan termasuk petugas kesehatan juga harus menerapkan kewaspadaan umum seperti memakai masker jika didapati ada pasien terjangkit virus korona yang dirawat di rumah sakit itu.

4. Mewaspadai riwayat perjalanan saat menduga seseorang suspect virus korona.

Gejala Terjangkit Virus Corona

Ketika terjangkit virus korona tersebut, gejala yang timbul mirip seperti infeksi saluran pernapasan seperti batuk disertai demam atau sebaliknya demam dulu lalu diikuti dengan batuk. Gejala lain adalah mulai sesak napas sampai gejala agak berat yakni kesulitan dalam bernafas sehingga harus membutuhkan alat-alat bantu untuk pernapasan.

Orang yang diduga terjangkit virus tersebut harus dilacak riwayat kontak dan perjalanannya selama 14 hari sebelumnya untuk mencari tahu apakah dia pernah kontak dengan pasien yang menunjukkan gejala terinfeksi virus korona.

Untuk kasus yang lebih parah, orang yang terjangkit virus korona ini bisa mengalami gejala berat seperti pneumonia berat, gagal napas, gagal ginjal sampai kematian.

Virus korona sudah pernah ditemukan di berbagai binatang dan binatang itu bisa menularkan ke manusia seperti virus MERS yang ditularkan dari unta ke manusia. Namun untuk virus korona yang baru ditemukan di China ditengarai ditularkan oleh ular atau kelelawar. Tetapi, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan penularan itu berasal dari hewan mana.

Otoritas di Wuhan sudah melakukan isolasi terhadap hewan-hewan yang mungkin menjadi sumber infeksi virus. Awalnya mereka yang sakit adalah mereka yang kerja di pasar ikan tapi ternyata di pasar ikan itu juga dijual hewan lain yang dikonsumsi oleh masyarakat.

Hewan tersebut berperan sebagai carrier atau pembawa virus saja, dan tidak memiliki gejala apapun seperti sakit jika di dalam tubuhnya terdapat virus korona, sehingga masyarakat tidak dapat membedakan secara kasat mata hewan yang berada di sekitar atau yang dikonsumsi itu membawa virus korona atau tidak.

Untuk mengetahui orang positif atau negatif terjangkit virus korona, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Lendir yang ada di tenggorokan bagian belakang dapat diambil lalu dikirim ke laboratorium untuk diperiksa sehingga dapat diketahui ada tidaknya virus corona dalam tubuh pasien.

Baru ada dua laboratorium di Jakarta yang bisa melakukan pemeriksaan itu yakni di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

Baik di Thailand dan Vietnam, masing-masing negara ditemukan sebanyak dua warga negara China yang positif terjangkit virus korona. Hingga saat ini, sebanyak tiga negara di Asia Tenggara telah mengumumkan adanya kasus positif pasien terjangkit virus korona, yakni Singapura, Vietnam dan Thailand. Di Singapura, sudah tiga orang yang positif mengidap Virus Corona.

You May Also Like

Manori OnDoom

About the Author: Manori OnDoom

Works in the field of interior and exterior design for houses and apartments. has a writing talent and likes to share information about his experiences.