//11 Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Organ Tubuh

11 Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Organ Tubuh

11 manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan organ tubuh. Kesehatan merupakan nikmat yang tidak dapat dinilai dengan harta benda. Demi menjaga kesehatan, tubuh perlu diberikan kesempatan untuk istirahat. Ketika puasa, umat Islam dituntut untuk bisa mengendalikan hawa nafsu dan emosi. Puasa berarti ibadah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan, mulai dari terbit fajar sampai masuk waktu Maghrib.

Keutamaan puasa untuk manusia adalah banyak sekali. Walaupun begitu, dianjurkan memilih asupan yang seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah, air, serta serat sesuai kebutuhan kalori dan hindari makanan kalori tinggi penyebab terjadinya dehidrasi. Jika dehidrasi terjadi pada orang yang berpuasa, maka akan mengganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi.

11 Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Organ Tubuh

Manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan organ tubuh

Puasa Ramadhan adalah menyehatkan karena terjadi pembatasan asupan makanan, keteraturan dan pengendalian diri. Kegiatan berpuasa sendiri, selain menjadi ibadah, ternyata juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh. Diantaranya adalah meningkatkan metabolisme, menghilangkan racun dan ampas kotoran, menyeimbangkan asam basa dan alkali, meningkatkan sistem imun, meningkatkan daya serap makanan dan lain sebagainya.

Supaya makin bersemangat dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, maka perlu tahu apa saja manfaat berpuasa dari segi ilmiah. Nah berikut ini adalah 11 manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan organ tubuh:

1. Menurunkan adrenalin
Kondisi psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah.

Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia.

Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Dalam keadaan puasa, terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

3. Mengeluarkan hormon
Pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

4. Puasa menurunkan tekanan darah tinggi
Puasa adalah salah satu metode alami untuk mengurangi tekanan darah. Ini membantu mengurangi risiko aterosklerosis. Atherosclerosis adalah penyakit di mana terbentuknya plak di dinding arteri. Mengakibatkan arteri menjadi lebih tebal. Arteri merupakan pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung.

Plak dapat terbentuk akibat dari kegemukan, kolesterol, kalsium dan substansi lain yang terdapat pada darah. Hal ini membuat metabolisme stabil dan tetap dalam ambang batas yang bisa ditoleransi.

5. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel
Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya.

Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

6. Puasa mengistirahatkan sistem pencernaan
Manfaat puasa Ramadhan yang paling terasa bagi tubuh yaitu kerja organ pencernaan yang tidak terlalu berat di siang hari karena diistirahatkan. Fungsi fisiologis normal tetap berlanjut terutama produksi sekresi dalam proses pencernaan, namun berlangsung pada tingkat yang lebih rendah. Proses ini membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

7. Meningkatkan kadar lemak ‘baik’ dalam darah
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1997 di Annals of Nutrition Metabolism menunjukkan bahwa puasa menurunkan “LDL” kadar kolesterol jahat sebesar 8 persen, trigliserida sebesar 30 persen, dan meningkat kolesterol baik “HDL” sebanyak 14,3 persen sehingga melindungi jantung dari penyakit kardiovaskular.

Manfaat puasa yang satu ini berasal dari kebiasaan makan dan olahraga kita lakukan. Di bulan Ramadan, orang cenderung untuk memilih jenis makanan sehat seperti kurma, kacang-kacangan, berbagai buah-buahan, dan makanan yang dimasak rumah. Studi telah mencatat bahwa secara keseluruhan konsumsi lemak jenuh, biasanya ditemukan dalam mentega, lemak babi, daging berlemak, dan makanan cepat saji, berkurang di bulan Ramadhan.

Selain itu, sholat sunnah Tarawih dapat memberikan efek olahraga yang memadai, setara dengan aktivitas fisik moderat untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan juga kadar lemak baik dalam darah.

8. Detoks tubuh
Salah satu manfaat puasa bagi kesehatan yang paling dikenal adalah untuk membuang racun atau detoks tubuh. Tak hanya detoks secara spiritual, namun dengan tidak makan ataupun minum selama 12-13 jam maka tubuh akan diberi kesempatan langka untuk mendetoksifikasi sistem pencernaannya selama sebulan penuh.

Saat tubuh manusia membakar lemak jadi energi, ia juga akan membakar racun berbahaya apapun yang bisa saja ada di dalam lemak yang bersisa. Pembersihan tubuh ini akan membuat tubuh ‘kosong’ yang sehat, dan akan jadi batu loncatan yang baik untuk memulai gaya hidup sehat.

9. Menyehatkan otak

manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan organ otak

Fokus pada mental saat Ramadhan dapat meningkatkan kadar faktor neurotropik yang diturunkan dari otak atau BDNF. BDNF dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel-sel otak yang bisa meningkatkan fungsinya.

Produksi sel-sel otak baru juga terbukti dapat mengurangi depresi, kecemasan dan juga risiko terkena demensia (pikun). Dengan menahan emosi saat berpuasa, penurunan jumlah hormon stres kortisol juga akan terlihat cukup signifikan.

10. Mengurangi peradangan
Pola makan yang tidak sehat adalah sumber radikal bebas yang konsisten dan makanan yang menyebabkan peradangan. Gula rafinasi (gula yang dimurnikan), karbohidrat olahan, alkohol, susu, daging, dan makanan yang digoreng. Dengan puasa mampu mengurangi peradangan melalui keseimbangan hormon yang dapat diatur menjadi lebih baik.

11. Meningkatkan fungsi organ reproduksi
Ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan, hormon testosteron akan meningkat. Dengan meningkatnya hormon ini sangat berpengaruh pada gairah organ reproduksi pria dan wanita. Pada tahap awal puasa, memang terjadi penurunan hormon testoteron yang mengakibatkan penurunan nafsu seksual. Setelah beberapa hari puasa, hormon tersebut justru meningkat dan bisa berefek pada peningkatan performa seksual.

Karena hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis (kelenjar produsen hormon tertentu), maka dengan berpuasa akan membantu dalam hal peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya.

Untuk menjaga kualitas sperma dan kesehatan tubuh, ada baiknya konsumsi makanan gizi yang seimbang tetap dilakukan dengan memperbanyak asupan air putih saat setelah berbuka puasa maupun sahur. Namun asupan makanan ini pun harus diimbangi dengan pengaturan waktu istirahat yang cukup agar kesehatan tubuh pun tetap terjaga.

Demikianlah 11 manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan organ tubuh. Dengan berpuasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel dan jaringan. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ tubuh manusia sesuai fungsinya, misalnya mengentalkan sperma, membantu cepat hamil, panca indra menjadi lebih tajam, mencegah datangnya penyakit dan banyak lagi.

2019-05-16T12:54:42+07:00

About the Author:

Seorang pengusaha muda, menyukai kopi dan hewan lucu.